Hari Baik

Memulai suatu kegiatan sangat sulit dijalankan. Padahal seribu langkah itu bermula dari satu langkah saja. Kalau gagal merencanakan permulaan suatu kegiatan, sama saja merencanakan kegagalan itu sendiri. Masyarakat Jawa sadar betul akan hal ini.

Maka dari itu, muncul istilah ‘hari-baik’. Walau sebenarnya semua hari itu baik, tapi kalau sudah termotivasi dengan iming-iming hari-baik, memulai segala kegiatan bukan lagi hal yang menyulitkan. Langkah pertama yang terencana, menghindarkan kegagalan pada langkah-langkah berikutnya. Sekian.

Solet

Solet. Sebuah barang semi permanen. Tak jarang perannya digantikan secara tidak resmi oleh ranting pohon yang berserakan.

Solet standar terbuat dari 0,24% bagian bambu dewasa. Fungsinya sangat vital. Buat membersihkan tanah yang menempel di ujung cangkulmu. Setelah kegiatan macul selesai, solet jarang dibawa pulang. Nasibnya kian memprihatinkan. Jasanya tak pernah dihargai dengan mata uang.

Beberapa jenis batu mendadak naik daun pasca digunakan sebagai tanda mata kaum bangsawan. Tapi kenapa Solet tetaplah solet? Tidakkah pantas sebuah Solet meningkat derajatnya?

Buku Pegangan Keluarga

Pak Lurah, saya punya usulan. Tiap-tiap keluarga di Dusun Dongol ini wajib merekam cara mengasuh anaknya. Direkam melalui tulisan. Kami yakin, tiap-tiap keluarga punya cara unik membina rumah tangganya hingga anak-anaknya jadi DEWAsa. Kalau sudah jadi, dijilid jadi satu, diberi nama Kitab Babon Keluarga Bahagia Sejahtera.

Beberapa puluh tahun ke depan, orang-orang asing bakal sibuk cari buku semacam itu. Karena mereka kagum akan kejayaan nusantara yang kembali menggema di dunia. Sungguh.

Orang Kota

Pagi tadi ada pendatang baru. Asalnya dari kota. Orangnya menggiurkan. Gaya rambutnya mirip bintang iklan. Bajunya baru. Kulitnya putih. Wajahnya berbinar. Tinggi semampai, tapi sayang ia bukan perawan. Asli laki-laki.

Sorot matanya sayu. Lidahnya kelu. Padahal tak ada keadaan yang mendukung sikapnya itu. Wajar saja. Ia kan orang baru. Mungkin masih malu-malu.

Satu hal yang paling tidak saya suka. Ia berlagak apa-apa tidak tahu. Kegiatan yang seharusnya lumrah ia lakoni, seolah asing belum pernah dijalani. Barang elektronik yang wajar dimiliki warga kota, malah ia banyak bertanya tentangnya. Orang terkenal yang seharusnya ia kenal, malah tidak hafal.

Ini sebuah trik. Agar orang desa seperti kami menganggapnya baik hati. Padahal dibalik itu, kami semua menahan emosi.

Sudahlah, Nak. Di zaman ini, orang baik yang benar-benar asli saja masih dicurigai. Apalagi hanya pura-pura baik. Satu hal yang saya takuti. Tingkahmu yang pura-pura bodoh itu menjadi kenyataan di kemudian hari.

Ehm, tapi. Kelihatannya saya malah takut sama diri saya sendiri. Apa jangan-jangan kamu benar-benar orang baik yang asli, ya?

Doaku Malam Ini

Mari menikmati mimpi malam ini. Mimpi yang bertaraf biasa. Tentang kehidupan pasca kekalahan capres pilihanmu juga pilihan saya. Entah nomor satu atau dua.

Nikmati sepuasnya. Biar tidak kaget, kalau-kalau mimpi ini jadi nyata. Biar para hati siap menerima apapun yang jadi kehendakNya.

Karena kita semua paham, presiden pilihanmu nanti akan jadi presidenku. Presiden pilihanku akan jadi presidenmu juga. Syukurlah kalau pilihan kita sama. Toh kalau beda, juga tak ada masalah buat kita.

Tata Cara Bertamu

Dalam masyarakat Jawa, bertamu ke rumah seseorang tidak harus memberi tahu terlebih dulu. Apalagi kalau bertamu hanya untuk mengantarkan uang. Karena ada burung prenjak yang siap memberikan tanda peringatan. Cemblek thir… Cemblek thir…

Waktu yang bertepatan dengan saat makan tidak baik untuk bertamu. Pagi hari dan sore hari juga tidak baik untuk bertamu. Soalnya pada waktu-waktu ini, si empunya rumah sedang bersih-bersih pekarangan dan mandi.

Jangan anggap saran ini menyulitkan orang lain yang ingin bertamu. Ketajaman spekulasi benar-benar diuji dalam hal ini.

Sumber: Kridalaksana, Harimurti, dkk. 2001. Wiwara: pengantar bahasa dan kebudayaan Jawa.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Aku Ingin Pizza

Tiap ada iklan pizza itu, semua putra-putri Pak Ngabdul serentak bersorak, “Bernyayi bersama sambil ber ha rap!”

 

“Ora sah rame, Ndhuk, Le. Ngerti wengi apa ora?!” sahut Pak Ngabdul.

 

“Berlindung bersama sambil ti a rap!” mereka menyahut lagi.

 

(Krompyang!!!)

Cangkir jembungnya Pak Ngabdul mendarat tak beraturan.

Lurah Idaman

Kepandaian itu wajib diusahakan dan dimiliki. Tapi setelah nanti kesampaian, kepandaian harus bisa membawa diri menuju kearifan.

Begitu kata Pak Ngabdul. Siapa sangka orang semacam itu adalah lurah. Bagaimana kisahnya? Simak liputan berikut ini:

Continue reading “Lurah Idaman”

Memilih Jurusan Kuliah

Bagi yang sedang bingung menentukan pilihan, segera saja ambil keputusan. Hehehe…

Menurut pengalaman yang sudah-sudah, jurusan kuliah sarat dengan keberuntungan. Kalau memang suka sekali dengan salah satu jurusan, kemungkinan besar bisa diterima. Yakinlah.

Selain itu juga didasarkan pada hasil tes kemampuan akademik. Boleh juga dari hasil tes IQ. Lihat saja pada kolom jurusan yang disarankan. Itu sudah lebih dari cukup untuk pertimbangan memilih jurusan kuliah.

Tren terbaru saat ini, jurusan kuliah adalah urusan nomor sekian. Yang paling penting adalah status mahasiswa segera digenggam. Dengan begitu, saat nanti berurusan  dengan birokrasi di negeri ini, biasanya dapat kemudahan.

Apa pun jurusan kuliahnya, yang penting Anda suka.

 

 

Orang Besar Beneran

Kegiatan pembagian sesuatu di negara ini sering membuat marah beberapa pihak. Apalagi di daerah perbatasan. Kalau kulon kali sudah dibagi sedangkan etan kali belum, mulailah kecemburuan itu.

Banyak tudingan muncul. Mulai dari menyalahkan pejabat etan kali yang dirasa kurang profesional, sampai keinginan untuk berontak. Kalau perlu dicopot saja pejabatnya.

Ini baru saja terjadi. Namun sekali lagi, keberuntungan masih di tangan saya.

Saya sempatkan berpikir dua kali. Apakah dengan pemberontakan itu bisa menyelesaikan masalah? Jangan-jangan kondisi negara yang seperti sekarang ini bermula dari pemberontakan yang hampir saya lakukan tadi?

Karena banyak orang besar yang tidak punya masalah besar, akhirnya masalah kecil sering dibesar-besarkan. Sebagai orang kecil, marilah masalah yang besar-besar ini kita perkecil. Biar kita bisa cepat menutupi kekurangan mereka.