Ketika hati bicara, saat itulah seseorang menemukan kesadarannya.
Category: Umum
Tips Mengajar Asyik di Kelas
Mengajar di kelas perlu banyak persiapan. Tiga hal penting yang wajib diperhatikan antara lain: persiapan, persiapan, dan persiapan. Persiapan adalah kunci utama.
Namun ada satu hal yang amat sangat paling penting. Sayang, satu hal ini jarang diperhatikan. Akhirnya, mengajar di kelas jadi tidak asyik. Anda penasaran? Simak artikel berikut ini:
Hal paling penting tapi jarang diperhatikan saat mengajar di kelas adalah lamanya waktu berdiri. Katakanlah tiap hari kita mengajar sejak pukul 7 sampai dengan 14. Tidak kita sadari bahwa hampir 7 jam penuh kita berdiri.
Jika kita tidak mengantisipasi hal ini, maka efek dari kelamaan berdiri akan terasa pada sore hari. Kaki terasa tegang, linu, kesemutan, dan macam-macam.
Kini pilihan ada di tangan Anda. Ubah kebiasaan Anda, atau rasakan sendiri akibatnya. Hahaha…
Selamat mencoba!
15 Fakta Aneh Fisika SMK
Anda akan terkejut dengan hal-hal berikut ini. Simak 15 Fakta Aneh Fisika SMK yang akan kami sajikan dengan sangat lugas dan blak-blakan!
Inilah ke-15 fakta aneh itu:
- bab 1 – besaran dan satuan
- bab 2 – menerapkan hukum gerak dan gaya
- bab 3 – rotasi dan keseimbangan benda tegar
- bab 4 – usaha dan energi
- bab 5 – momentum dan impuls
- bab 6 – sifat mekanik zat
- bab 7 – suhu dan kalor
- bab 8 – dinamika fluida
- bab 9 – termodinamika
- bab 10 – getaran, gelombang, dan bunyi
- bab 11 – medan magnet
- bab 12 – optik geometri
- bab 13 – listrik statis dan dinamis
- bab 14 – listrik arus searah
- bab 15 – listrik arus bolak-balik
Keanehan ini bersifat subyektif. Artinya, secara pribadi, saya sangat menganggapnya aneh. Tapi orang lain belum tentu. 😀
Terima kasih sudah terkejut.
Tuku Sepedha Motor
“Pak!” Bu Sakinah membuka percakapan.
“Ada apa ta, Bune?” jawab Pak Ngabdul santai.
“Ndhak kok, Pak. Aku cuma heran. Coba itu jenengan pirsani. Akhir-akhir ini anak kita kok kerjaannya cuma ngelapi sepeda motor punyane jenengan terus? Mesakne, Pak…”
“Ha mbok biar,” jawab Pak Ngabdul dengan lebih santai.
“Jangan-jangan minta motor?” Bu Sakinah makin panik.
“Memang iya,”
“Wadhuh, kojur tenan iki, Pak!”
“Kemarin, dia bilang sama saya, minta dibelikan motor. Terus saya jawab, Le, kalau belum bisa beli sendiri, sementara ini kamu ngelapi dulu saja. Mbesuk pasti akan datang hasil jerih payahmu saat ini.”
“Alhamdulillah kalau gitu, Pak. Ternyata anak kita nurut.” kepanikan Bu Sakinah mereda.
“Terus saya juga bilang sama bocahe, ibumu kan suka sama bocah yang resikan. Kalau kamu konsisten ngelapi, pasti ibumu tidak tega melihat kerjaanmu yang nrenyuhne ati itu tiap hari, Le. Tunggu saja, pasti tidak lama lagi kamu dibelikan motor. Pakai uangnya ibumu.”
Akhirnya, Bu Sakinah tak kuasa menahan amarah.
Mitos Anak Gimbal di Dieng
Waktu itu saya melihatnya sendiri. Ini tidak sekedar Mitos Anak Gimbal di Dieng. Tapi benar-benar saya sudah melihat Anak Gimbal di Dieng.
Konon, beberapa tahun yang silam, ada cerita tentang ketertarikan seorang anak yang tinggal di Wonogiri. Sebuah kota yang terkenal dengan gapleknya. Singkong dari Wonogiri memenuhi hampir 10% kebutuhan bahan baku penganan singkong di Indonesia. Begitu prediksi saya. 😀
Maaf ya ngelantur sampai mana-mana.
Kembali ke cerita yang sesuai dengan judul. Saya tertarik dengan cerita Anak Gimbal di Dieng.
Saya melihat sendiri Anak Gimbal di Dieng. Begitu juga Anda. Anak Gimbal sebagai subyek. Di Dieng sebagai keterangan. Ini semua cukup membuktikan keberadaannya.
Jujur saya merasa takut mencari informasi lebih lanjut tentang Anak Gimbal di Dieng ini. Maka dari itu, untuk lebih jelasnya, silakan Anda searching lagi informasi yang lebih akurat dan terpercaya. Terima kasih sudah membaca. 😀
Diingatkan Tuhan
Gonjang-ganjing suasana sekitar, membuat hati ini tak tenang. Bisa dibilang, ini kondisi paling parah yang selama ini saya alami. Sepanjang jalan, darah penjuang keadilan dan kebenaran mengalir tiada henti. Rumah dan sarana umum rata dengan tanah. Senjata perang hampir habis stoknya. Tapi itu semua itu belum bisa menebus kemenangan yang diharapkan oleh pihak kami. Sebab, teguran Tuhan tidak pernah kami hiraukan selama ini.
(Alhamdulillah, bisa memulai dengan paragraf hiperbola) 😀
Memang benar. Jika ada yang mengatakan bahwa Tuhan selalu mengingatkan hambanya dengan caraNya sendiri. Saya sudah berulang kali diingatkan olehNya. Dengan cara yang tidak biasa. Meski saya masih sering ngeyel dan tidak bisa menguasai diri.
Mari, sejenak menyelam ke dalam kehidupan pribadi saya. 😛
Anda bayangkan saya sedang bimbang. Menghadapi dua kutub yang saling serang. Saya ada di tengahnya.
Bukan, saya bukan penengah.
Lebih tepatnya, saya adalah anak buah dari kedua kutub tersebut.
Saya tidak mau dibilang plin-plan. Sehari ikut sana, besok ikut sini. Karena perlu Anda ketahui, bahwa kewajiban saya yang utama adalah bekerja sesuai perintah kedua pihak tersebut. Itu ada hitam di atas putihnya. 😀
Kita sebut saja pihak A dan pihak B. Keduanya berada pada himpunan semesta S. 😛
Saya bertanggung jawab atas kesuksesan program kerja pihak A. Di sisi lain, banyak sekali program kerja pihak B yang wajib saya sukseskan. Di sisi yang lainnya lagi, pihak A dan B saling menjatuhkan. Jika program A mapun B sukses, semesta akan hancur. 🙁
Sebenarnya, keterkaitan antara A, B, saya, dan S lebih rumit lagi. Tidak sederhana seperti apa yang saya tulis di atas. Tapi, daripada saya ingat lagi dengan beban hidup saya, lebih baik saya tulis dengan lebih sederhana.
Akhirnya, saya bingung mencari tempat bergantung.
Hari pertama, saya menyadari ancaman dari kedua pihak.
Hari kedua, saya memutuskan ikut pihak A.
Hari ketiga, saya yakin ikut pihak B.
Hari keempat, saya tidak memihak A dan B, tapi ikut semesta.
Hari kelima dan keenam saya bimbang tak karuan.
Hari ketujuh, saya mendapat petunjuk untuk bergabung ke dalam lindungan Tuhan.
Hari-hari saya berikutnya berjalan dengan lancar. Tiada lagi gambar-gambar kehancuran semesta yang selalu terbayang sebelumnya. Karena saya yakin, keberpihakan yang bersifat mutlak hanya kepadaNya. Selain itu, hanya sebatas profesionalitas dan proporsionalitas kerja. Hasilnya, terserah Tuhan.
Membalas Isu dengan Tindakan Nyata
Belajar dari banyak kejadian, akhirnya saya memilih untuk lebih banyak diam. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum banyak bicara. Karena beberapa kata yang ditautkan bersama bisa mengandung banyak makna. Padahal, banyak sekali pendengar yang merasa bebas mengartikan makna kata per kata yang mereka rekam dengan kuping masing-masing.
Banyak kata banyak. 😀
Ada sebuah sebab dari munculnya bahan pembicaraan. Tentang perbuatan saya mencuri, misalnya. Bisa saja kemarin itu, saya langsung menyangkal bahwa saya tidak mencuri. Tapi apakah mereka langsung percaya? Kalau pun ada, orang itu pasti sangat suka dengan saya. Namun sayang, orang yang benci kepada saya jumlahnya lebih banyak. Akhirnya energi saya terbuang sia-sia demi mempersiapkan susunan kalimat-kalimat sangkalan.
Berbeda ketika saya membuktikan sendiri di depan mata kepala oarng lain. Bahwa saya tidak mencuri. Atau saya berusaha mencari si pencuri yang sebenarnya. Atau kalau memang saya mencuri, lalu saya benar-benar menghentikan kebiasaan saya mencuri. Tanpa sepatah kata pun, mereka yang semula yakin bahwa saya pencuri, pasti akan percaya kalau saya bukan pencuri.
Akhirnya, membuktikan dengan tindakan nyata itu bisa menjadi senjata pamungkas. Ampuh tak tertandingi. Bisa dimiliki oleh siapa saja. Berita se-ngeri apa pun, tak perlu dibalas dengan berita lain yang lebih ngeri. Cukup dengan menyangkal fakta yang secara tidak sengaja telah diopinikan miring oleh orang lain; berwujud tindakan nyata.
Eh, misal fakta yang disebarluaskan itu benar-benar fakta, langkah perubahan nyata masih tetap terasa ampuhnya. Reputasi kembali naik, nama baik kembali dapat dimiliki.
Biarkan Terjadi Konflik
Sering kita berada di sekitar orang yang sedang konflik. Entah di rumah, lingkungan, maupun tempat kerja.
Tapi, seuntung-untungnya orang yang sedang berkonflik, masih untung orang netral yang ada di sekitarnya. Mereka bisa mengambil pelajaran dari kemunculan konflik itu.
Hingga pada akhirnya nanti, kedamaian surga menghampiri kita. Kedamaian yang berupa ketidakmunculan sebuah konflik pun.
Dan satu dari sekian banyak surga dunia adalah pengelolaan konflik yang berjalan baik. Mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan konflik.
Itu semua bisa diteliti dan dipersiapkan rancangannya jika model dan macam-macam konflik terus muncul bertubi-tubi.
Jadi, biarkan saja konflik terua terjadi. Asalkan kita bisa meneliti dan memaknai pesan yang termuat di dalamnya.
Ampak-ampak Singgelapura
… maka boleh dibilang lakon kethoprak itu memuat sayembara yang disayembarakan…
Ampak-ampak Singgelapura merupakan sebuah lakon kethoprak yang terkenal di era 90an. Tepatnya pada tahun 1990, sebuah media cetak memuat cerita tersebut. Selain sebagai pelipur lara, juga menjadi sebuah strategi pemasaran koran yang menekankan pada penyesuaian konten dengan emosi para pembaca.
Kala itu, berita kekalahan Irak atas Amerika membuat pembaca malas membeli koran. Akhirnya disisipkanlah cerita tersebut secara bersambung. Untuk lebih menarik perhatian, dibuatlah sayembara dengan total hadiah mencapai ratusan juta.
Berdasarkan sumber yang kurang dipercaya, Ampak-ampak Singgelapura bercerita tentang perebutan putri mahkota (sapa ngono jenenge) oleh beberapa ksatria. Dan akhirnya ada salah satu dari mereka yang berhasil memenangkan sayembara perebutan putri mahkota itu.
Jika gambaran umum cerita yang saya tulis di atas benar, maka boleh dibilang lakon kethoprak itu memuat sayembara yang disayembarakan. 😀
Referensi: https://thedahlaniskanway.wordpress.com/2013/03/17/ketoprak-sayembara-pelipur-lara/
Amanat Pembina Upacara Hari Kartini
Sampai pada akhirnya, pola manajemen komunikasi itu membawa Kartini menjadi sosok perempuan yang tiada duanya kala itu.
AMANAT PEMBINA UPACARA pada peringatan Hari Kartini. Disusun oleh Dra. Heny Rahayu.
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Yang terhormat, Kepala SMA N 1 Slogohimo, Bapak Singgih Santoso, S.Pd., M.Pd.Si.
Bapak dan Ibu Guru serta Karyawan SMA N 1 Slogohimo yang kami hormati.
Serta Anak-anakku kelas X dan XI yang kami banggakan.
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua, untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka HUT Kartini ke 136 dalam keadaan sehat.
Bapak, Ibu, dan Anak-anakku sekalian.
Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini, Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri. Kemudian menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah (pada saat itu).
Dari sedikit ulasan sejarah Kartini di atas, ada beberapa hal yang patut kita garis bawahi:
1. Kartini berhasil memilih sumber informasi yang ia gunakan sebagai bahan belajar dengan tepat.
2. Kartini berhasil menyerap dan menyaring informasi yang bermanfaat saja.
3. Kartini berhasil mengkomunikasikan kembali dengan baik informasi yang ia dapatkan.
Sebuah pola manajemen komunikasi yang luar biasa. Sampai pada akhirnya, pola manajemen komunikasi itu membawa Kartini menjadi sosok perempuan yang tiada duanya kala itu. Terbukti, ia berhasil meruntuhkan sistem adat yang banyak merugikan perempuan. Juga memperjuangkan kepentingan orang banyak dengan menolak sistem tanam paksa yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat.
Sementara saat ini, di mana status sosial perempuan dan laki-laki sudah setara, hendaknya kita menjaga agar hal ini tetap berjalan dengan baik. Jangan sampai kita sebagai genarasi penerus perjuangan Kartini, malah menurunkan kembali status sosial perempuan dengan tindakan-tindakan kurang baik, yang sayangnya terlanjur menjadi kebiasaan umum.
Salah satu upaya menjaga harmonisasi status sosial adalah memperhatikan manajemen berkomunikasi. Di zaman yang serba online ini, hendaknya kita memastikan diri untuk memahami batasan-batasan tentang hal-hal berikut:
1. Memilih Sumber Informasi
Makin mudahnya informasi tersaji, makin mudah pula informasi yang tidak dapat dipercaya kebenarannya beredar di sekitar kita. Isu-isu yang bernada negatif dengan menyudutkan pihak-pihak tertentu, makin marak bermunculan. Tidak sedikit pula media saat ini menjadi arena unjuk keburukan atas dasar ketidakcocokan antar pribadi atau golongan. Dengan demikian, kita perlu berupaya untuk memilih dengan bijak sumber informasi yang dirasa paling akurat. Tidak ada salahnya kita meng-cross-check kembali informasi yang kita dapatkan dengan cara: mencari sumber lain sebagai bahan pembanding.
2. Menyaring informasi
Banyak informasi yang dapat kita peroleh dengan mudah saat ini. Mulai dari berita politik, humaniora, ekonomi, hiburan, olahraga, gaya hidup, wisata, kesehatan, teknologi, dan juga sains. Dari sekian banyak informasi yang beredar setiap harinya, tentu tidak semua kita butuhkan. Malah makin hari dapat kita cermati informasi-informasi yang cenderung meningkatkan rasa kegelisahan. Hal ini telah menjadi tren saat ini, bad news is a good news. Kabar buruk lebih mudah tersebar. Entah itu berupa fakta, atau hanya sekedar opini belaka. Maka dari itu, memilah/menyaring informasi sebelum kita mengkomunikasikannya kembali adalah hal yang hendaknya kita biasakan mulai saat ini.
3. Mengkomunikasikan Sebuah Informasi
Merebaknya jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, BBM, dsb. membuka ruang yang lebih leluasa dalam mengkomunikasikan kembali sebuah informasi. Tak berhenti pada informasi berbentuk tulisan, gambar pun kini dapat dengan mudah menyampaikan kembali sebuah pesan/informasi.
Dengan hitungan menit, sebuah video dapat kita sebarkan tanpa ia harus lepas dari genggaman. Hal ini mendatangkan manfaat yang luar biasa dalam penyampaian kembali sebuah informasi. Keakuratan informasi dijamin lebih tinggi. Kecepatan tersebarnya pun tak dapat diragukan lagi.
Kita semua berharap, dengan budaya mengomunikasikan kembali informasi secara santun yang dimiliki seluruh warga Indonesia, kecanggihan telekomunikasi itu kita yakini dapat mendatangkan manfaat kepada kita baik kini maupun nanti.
Selamat Hari Kartini.
Semoga semangat Kartini tempo dulu dalam menjaga pola komunikasinya yang santun dan mengutamakan manfaat; dapat kita pegang teguh dan terus kita perjuangkan hingga nanti!
Cukup sekian yang dapat kami sampaikan, apabila banyak kesalahan kami mohon maaf. Akhir kata,
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini