Mulai Menulis Lagi

Bicara soal visi menulis, saya ingin punya tulisan yang berkualitas dan berbobot. Mengusung tema terkini. Bisa berpengaruh buat kehidupan orang banyak. Dan yang pasti bisa menyuruh orang menyebut saya penulis ulung.

Sayang sekali, saya tidak punya banyak misi untuk meraih visi itu. Makin sering berpikir tentang visi menulis, makin lama pula tulisan saya benar-benar bisa disebut tulisan. Paling mentok ya tidak jadi menulis.

Untung saja ada tema terlaris sepanjang masa di dunia tulis-pertulisan. Tema apakah itu? Ya tema seputar menulis itu sendiri.

Seperti halnya manusia, paling mudah kalau tiba saatnya membicarakan sesamanya. Menulis pun kalau yang dibicarakan tentang menulis, rasanya juga mudah.

 

Khasiat Sejarah

Mengenang sejarah adalah salah satu upaya mengakrabkan diri dengan waktu. Siapa tahu setelah mempelajarinya, kita bisa nego biar tahu masa depan.

Ini kelihatan sepele, tetapi lebih tepat dikatakan terlalu ngawur.

MH370 & Emha 370

Saya tegaskan sejak awal bahwa saudara-saudara semua harus meyakini bahwa pilot MH370 itu adalah Pak Ngabdul. Memang sulit menerima kenyataan ini. Tapi saya mohon untuk tetap dilaksanakan.

Lalu kenapa harus hilang? Pesawat itu hilang beneran atau dihilangkan? Atau malah ada pihak yang tega menghilangkan pesawat hanya untuk mengalihkan perhatian? Simak berita berikut ini.

ngabdulisasi.com [divider]Dilatarbelakangi oleh maraknya aksi skenarionisasi sebuah peristiwa, hilangnya pesawat MH370 terancam mendapat tudingan serupa. Kerap kali aksi usil tersebut bertujuan untuk mendukung kepentingan suatu pihak.

Pak Ngabdul awalnya tidak berprasangka apa pun. Seperti biasanya, ia menerbangkan pesawat Emha370 dengan bahagia. Baru beberapa saat lepas landas, Pak Ngabdul berupaya untuk melaporkan keadaan pesawatnya. Namun ternyata, banyak sekali pernyataan yang tidak ditanggapi oleh Pemandu Lalu Lintas Udara (PLLU) sesuai dengan konteksnya. Seperti misalnya, “Aku sudah terbang dengan santai,” kata Pak Ngabdul. Lalu PLLU menanggapi, “Apa kamu sudah terbang dengan santai?” 🙁

Lagi…

Pak Ngabdul: “Iki mengko mudhun jam pira? Cuaca cerah apa ora?

PLLU: “Lha kowe arep ngapa?”

Pak Ngabdul: “Alah, yung…

Pak Ngabdul geram sesaat dengan suasana seperti ini. Hingga akhirnya, ia memutuskan secara diam-diam menurunkan pesawatnya tanpa sepengetahuan PLLU. “Para penumpangku kabeh, iki aku lagi sensi karo PLLU. Tak putusne, awake dhewe mudhun neng kene wae. Papan kene iki mbok arani alas ya entuk. Segara ya entuk. Perkampungan apa meneh, entuk! Wis pokoke bebas,”

“Mangan sak anane wae. Nek kesel, ya turu. Neng njero pesawat entuk, neng njaba ya entuk. Bebas.”

“HPmu arep mbok uripne, ya uripna. Ben keluargamu tambah bingung. Mergane, wong-wong sing nonton tipi ngira yen awake dhewe iki wis mati. Nek isih nekat mbok uripne, kuwi tegese malah nguwatne bukti yen prastawa iki mung apus-apusan.”

Dengan keputusan seperti ini, Pak Ngabdul berusaha menyampaikan pesan: kewaspadaan harus diutamakan. Meskipun Pak Ngabdul tahu peristiwa hilangnya pesawat ini berpotensi mengalihkan orang-orang akan kewaspadaan itu sendiri, tetapi inilah satu-satunya cara yang ia ambil demi kembalinya kesadaran orang-orang yang ia sayangi. 🙂

Dhanyangan

Ajaran tentang bahaya sifat sombong memang mudah didengarkan. Mudah dihafal, tapi sangat sulit dijalankan. Dengan pertimbangan efektivitas metode pembiasaan, orang-orang kuno menyusun serangkaian metode pembelajaran yang secara tidak langsung membiasakan masyarakat agar bersikap rendah hati.

Namun sayang, tidak semua rencana pembelajaran dapat berjalan sesuai tujuan. Beberapa aturan itu malah disalahartikan. Orang berhasil jadi rendah hati, tapi tidak berhasil jadi orang yang banyak berpikir. Aturan tinggal aturan, tak pernah ada keinginan untuk memikirkan sebab munculnya aturan itu sendiri.

Ambil saja satu contoh aturan. Kalau akan mengirimkan sejumlah makanan ke luar kota, sedangkan nanti harus melewati kali berpenunggu itu, jangan sampai lupa untuk menyisihkan sedikit bagian, biar rasa makanan yang diantar tetap nikmat. Kalau sampai lupa, siap-siap saja makanan akan berasa hampa.

Masih takut belum bisa rendah hati? Ya silakan menyisihkan makanan. Sedikit saja, tidak usah banyak-banyak. Sebaliknya, kalau sudah tahu sebab dimunculkannya aturan itu, daripada membuang makanan sia-sia, lebih baik kan memilih untuk menjaga kerendahan hati saja.

Kalau masih ditunggangi kesombongan, prestasi setinggi apa pun pasti tak ada rasanya. Itu kira-kira pesan dari rencana pembelajaran orang kuno yang disusun untuk kita.

Aturan ini tidak hanya berlaku untuk makanan. Sudah diperkenankan menjalar ke beberapa sudut kehidupan. Contohnya, beberapa instansi yang secara resmi berprestasi, ternyata kalau kita berada di dalamnya, suasananya hampa. Asin wae ora, apa meneh gurih. 🙂

Otak Butuh Kepercayaan

Saya paling tidak nyaman kalau bekerja dengan seseorang, tapi dia tidak memberi kepercayaan. Belum mulai bekerja saja sudah me-wanti-wanti banyak sekali: Jangan pegang yang ini. Itu berbahaya. Jangan-jangan kamu belum bisa? Kowe tau sekolah apa ora ta?

Mendingan tidak usah bekerja! Itu yang saya pikirkan.

Sama halnya saat mau ujian. Kalau sekiranya sudah belajar, ya itu sudah cukup. Tidak perlu lagi ragu dengan kemampuan otak kita. Kalau otak tidak dikasih kepercayaan, “Mendingan tidak usah mengajak saya bekerja sama!” Itulah ungkapan kekecewaan otak kita.

Masih untung kalau otak ‘cuma’ ngambek gak mau bekerja. Ada kalanya si otak ini berlebihan dalam meluapkan kekecewaannya. Sampai-sampai perut kita dibuat mules. Keringat dingin disuruh keluar. Paling parah kalau otak menyuruh kita pingsan di ruang ujian. Hehehe…

Doa saya, semoga yang mau menghadapi Ujian Sekolah dan Ujian Nasional sudah bisa puas dengan otaknya masing-masing. Jagalah perasaan otakmu. Biar semuanya berjalan dengan lancar.

Rahasia

Terkait masalah rahasia, kita seharusnya tak boleh kalah dengan alam. Ia punya sejuta, bahkan milyaran rahasia. Sangat rapat disimpan. Sulit terungkap. Meski banyak orang yang mengaku-ngaku sudah bisa menyingkap tabirnya.

Lihatlah kini. Alam merasa kesulitan menyimpan rahasianya. Kita yang berada dalam lingkup alam itu sendiri jadi terkena imbasnya.

Bukan tidak mungkin alam merasa risih rahasianya banyak diungkap. Banyak ditebak, banyak diterka.

Yang lebih mengejutkan lagi, alam sedang suka membalas dendam. Ia tidak terima rahasianya diungkap. Hingga akhirnya alam pun tak segan mengungkap rahasia kita.

Roda Kehidupan

Kehidupan ini berputar, katanya. Perputarannya disamakan dengan roda. Akhirnya lahir istilah roda kehidupan.

Tidak banyak yang bertanya, seberapa besar roda kehidupan itu? Apakah ukuran roda-roda kehidupan tiap orang itu sama? Bisakah roda kehidupan yang besar agak diperkecil? Atau sebaliknya?

Kalau boleh memilih, roda kehidupan dihilangkan saja. Mau pilih ukuran roda besar atau kecil pasti resikonya sama. Besar harapan saya akan munculnya istilah baru tentang perputaran kehidupan.

Mbah Uti

Mbah, ragamu tak sekuat dulu lagi. Kian banyak rambutmu yang memutih dan melepaskan diri. Tapi engkau tetap mempertahankan gelunganmu, meski tak pantas lagi disebut gelungan. Aku percaya, Mbah, ini adalah salah satu cara mempertahankan identitasmu sebagai perempuan sejati.

Tunggu aku pulang Mbah. Nanti akan kubawakan ‘jarik lurik klambi bludru’ untukmu. Kita nanti berpose bersama. Layaknya seorang Mbah Uti dan Sang Putu.

Profesi Anyar di Tatanan Dunia Baru

“Atiku sumelang, ora isa dak bayangake babar pisan. Titenana, suk bakal teka titi wancine bocah sekolah kena dietung ngango driji tangan. Amarga kabeh wong wis ikhlas nrima lair batin, nadyan profesine mung dadi tumbak cucukan,” gerutu orang berbaju hitam itu.

“Mas, ampun enten mriki. Boten pareng, nggih…”
“Pun, mrika. Gek dilajengne lampahe,” pinta Pak Lurah.

Big Bang

Sebenarnya boleh-boleh saja kok membuat istilah yang kita sepakati secara pribadi. Contohnya: Aku dulu waktu sekolah ya cuma sekenanya saja. Kala tiba waktunya belajar, aku belajar. Jika sudah tiba saatnya bermain, aku pun tak mau melewatkannya. Inilah sekenanya menurutku.

Pokoknya, jangan sampai kalah sama seseorang yang berhasil bersepakat secara pribadi dengan istilah big bang. Malah akhirnya kesepakatan pribadi itu berubah jadi kesepakatan umum. Siapa tahu big bang menurutnya berbeda dengan big bang yang kita yakini.

Istilah ledakan boleh diartikan sebagai perubahan besar yang terjadi sekejab mata. Lebih boleh lagi kalau dimaknai sebagai perubahan yang berlangsung dari masa ke masa, menimbulkan efek yang signifikan, dan memuat sifat berkesinambungan.

Akhirnya, istilah-istilah yang kita sepakati secara pribadi itu akan menjadi indikasi seberapa besar pengaruh kita kepada dunia. Mari membuat istilah pribadi yang berpotensi disepakati secara umum.