Silakan

Silakan bukan silahkan. Silakan dituruti saja apa kata hati. Silakan apa saja. Wong semua yang termasuk apa saja itu, saya anggap tak bisa dipaksakan.

Silakan bermalas-malasan. Berajin-rajinan tiada yang melarang. Setelah melampaui penantian, tak perlu dipersilakan pun, keduanya berbuah tanpa segan. Berbuah beban dan kejutan.

Buahnya tak dapat dirasakan jika masih ada penghalang. Menghalangi kita dengan Tuhan. Mungkin buahnya sama-sama masam. Bisa juga manis berlebihan. Lebih sering tak berasa. Karena yang kita pikirkan cuma: ketergesaan dan kepanikan.

Beberapa kali saya coba untuk mempersilakan apa saja terjadi. Saya berhasil. Saya meyakini pilihan ini lebih berarti. Bebannya benar-benar membebani. Kejutannya lebih mengejutkan daripada petir yang bertaburan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *