Memvariabelkan Ketetapan Demi Perubahan

Masalah judul saya anggap wajar.

Singkat kata saya ini sedang merasa terombang-ambing. Ikut ke sana, gabung ke situ. Menghadapi cobaan demi cobaan. Menahan benturan demi benturan.  Menangkis serangan demi serangan. Menggabungkan keping-keping kengawuran yang berserakan.

Aku yang di sana meminta saya untuk konsisten. Dalam arti saya harus punya ketetapan. Sedangkan saya yang di situ menuntut aku biar mengadakan perubahan. “Kamu harus bisa memvariabelkan ketetapanmu!”

“Demi apa?!” saya bilang gitu.

“Saya tidak akan menjawab: demi perubahan. Kamu tidak usah bersandiwara demi kecocokan judul artikel dengan isi ceritamu. Dan juga, kamu tidak perlu menulis kalimat-kalimat yang ambigu lebih banyak lagi,” jawabku.

“Kalau begitu, saya akan menulis kalimat yang lebih lugas daripada sebelumnya. Apakah maksudmu aku harus konsisten mengadakan perubahan? Bolehkah sesekali aku mengadakan perubahan ketetapan? Jika ada ketetapan dalam perubahan, maka perubahan secara konsisten memberi nilai pada harga diriku.” saya membela diri dan akhirnya aku berlalu.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *