Serahkan Kepada Ahlinya

Dulur-dulur, mumpung lagi udan. Mumpung aku ra enek gaweyan, tak critani. Panjenengan kabeh lak wis ngerti sada to? Tibake, sada kuwi enek loro, sada lanang karo sada wadon. Aja nganti kleru milih.

Yen kira-kira ora isa milih endi sing lanang, endi sing wadon, pasrahna kancane wae. Aja nganti nekat. Apa meneh mung merga kejar setoran. Nek isih tetep nekat, kabeh urusan isa dadi gaswat.

Lugasnya begini. Kalau cuma mau cari masalah, tidak perlu susah-susah. Hampir tiap hari kita dikasih tahu masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh negeri ini. Baik melalui televisi maupun media informasi terkini.

Saking banyaknya masalah, tujuan mereka memunculkan masalah itu makin tidak jelas. Sebenarnya mereka itu sekedar memberi tahu, atau minta kepada kita biar ikut memberi solusi, atau mendorong kita untuk memperbesar masalah?

Kemungkinan yang terakhir itulah yang lebih pas. Setelah dikasih tahu berbagai masalah yang tidak sepadan dengan kemampuan kita, berusahalah kita mencari solusi (dengan nekat).

Ketemukah kita dengan solusi? Tidak.

Masalah baru mulai berdatangan. Salah paham, apatis, menyalahkan pihak yang tidak jelas, membenarkan pihak yang seolah-olah jelas, sampai-sampai membenci diri sendiri (karena merasa menyesal hidup di negeri ini).

Akhirnya, saya kira lebih nyaman kalau kita menyerahkan segalanya sesuatu kepada ahlinya. Kalau merasa ahli, ya silakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *