Ngerti Sakdurunge Winarah

Ngerti artinya mengerti. Sedangkan winarah (diwarahi) berarti diberi tahu. Kalau digabungkan menjadi ngerti sakdurunge winarah (NSW), maknanya: pemahaman yang sudah bisa dimengerti tanpa ada campur tangan dari pihak lain (tidak ada yang memberi tahu secara langsung).

Saya anggap aku ini manusia dan saudara pembaca juga demikian kenyataanya. Saya yakin sebutan pihak lain cocok disandang oleh subyek yang berupa manusia juga. Semisal kita sedang mengendarai sepeda motor, lampu-jauh sepeda motor bukanlah pihak lain.

Mudah saja mempraktikkan ilmu NSW ini. Dengan bantuan lampu sepeda motor, kita bisa merasakan sensasi NSW.

Lampu sepeda motor didesain dua macam. Jauh dan dekat. Keduanya punya keunggulan. Lampu dekat untuk melihat benda jarak dekat, lampu jauh untuk melihat obyek yang jauh. (Wis ngertiii …)

NSW bisa kita rasakan saat menggunakan lampu jauh. Jeglongan yang ada di depan kita sudah mampu kita pahami keberadaannya tanpa ada campur tangan dari pihak lain. Jauh sebelum jeglongan itu berada di depan mata kita. Jauh sebelum kita hampir njeglong. Bahkan jauh sebelum kita terlanjur njeglong.

Ada dua titik waktu yang disorot oleh ilmu NSW. Pertama, waktu dimana kita telah mengetahui sesuatu tanpa dikasih tahu. Kedua, waktu terjadinya sesatu yang sudah kita ketahui sebelumnya.

NSW menjadi ilmu yang tidak bermanfaat kalau tiada perbedaan sikap antara titik waktu pertama dan kedua. Ngapain pakai NSW segala kalau toh akhirnya kita njeglong, padahal sudah tahu di depan ada jeglongan?

Oh ya, selang waktu antara titik waktu pertama dan kedua menjadi tolak ukur seberapa ampuhnya praktikan ilmu NSW. Makin besar selang waktunya, makin ampuhlah dia.

Kesimpulannya, karena selang waktu menjadi hal penting dalam wawasan ilmu NSW, maka sebelum mempelajari ilmu ngerti sakdurunge winarah, lebih kami sarankan untuk memahami ilmu fisika terlebih dahulu.

Nuwun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *