Pengalamanku Berpuasa Mutih

Pada Hari ketiga, itu yang paling berat. Badan jadi lemas, tidak bersemangat, dan pikiran bingung. Biasanya ingin rasanya segera mokah (membatalkan puasa).

Pasa Mutih itu ada dua versi:

  1. Hanya memakan nasi putih saja, tanpa garam atau bumbu yang lain. Dilakukan berhari-hari. Bisa juga tujuh hari berturut-turut. Biasanya nasi putih itu dimakan pada waktu jam 6 sore. Kemudian tidak makan apapun sampai jam 6 sore di hari berikutnya. Takaran nasinya bebas.
  2. Hanya memakan nasi putih saja dengan hitungan kepel (segenggam nasi). Dilaksanakan 7 hari. Di hari pertama, makan nasi 1 kepel pas jam 6 sore. Di hari kedua, dua kepel yang dimakan di waktu yang sama. Begitu seterusnya.

Selain menggunakan hitungan kepel, ada juga versi lain. Yakni cara mengambil nasi dengan telapak tangan yang ditempelkan di atas nasi sampai butiran-butiran berasnya nempel di telapak tangan. Sejumlah itulah yang boleh dimakan.

Waktu berpuasa menurut orang jawa memang dimulai sejak jam 6 sore hingga jam 6 sore lagi, di hari berikutnya.

Hasil setelah melalui ritual ini bermacam-macam. Ada yang biasa-biasa saja. Lambung jadi lebih nyaman, juga ada.

Ditinjau dari segi fisik, pasa mutih lebih dapat membuat badan lemas, tidak bersemangat, dan pikiran bingung. Biasanya ingin rasanya segera mokah (membatalkan puasa).

Sedangkan dari segi spritual, pasa mutih memberikan efek merasa mantab atas apa yang sedang dipelajari. Maksudnya, jika kita pasa mutih untuk syarat ilmu kekebalan, setelah itu kita akan merasa lebih yakin bahwa kita sudah menguasai ilmu kekebalan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *